Penyedia herbal 100% murni bahan tunggal

Home ׀ Produk  ׀ Pembelian ׀ Kedistributoran ׀ Peluang Maklon ׀   OEM ׀   Peluang sebagai Perwakilan Layanan ׀   Drop Shipping  ׀ Trust Us ׀ F.O.Q ׀ Kontak Kami ׀ Pesan Produk ׀  Blog
 

Kami, pihak manajemen Herbal Life Indonesia (HLI)  Patut bersyukur karena kehadiran produk-produk HLI  yang tetap menjaga kualitas dan JAMINAN  100% BAHAN MURNI DARI BAHAN  TUNGGAL telah mendapat apresiasi dari konsumen dengan bukti banyak meningkatkan kesehatan mereka dan membawa kesembuhan penyakit yang dideritanya. Sehingga kami TETAP MEMPERTAHANKAN KEMURNIAN HERBAL DARI BAHAN TUNGGAL

Semua produk kami merupakan produk harga pabrikan, silahkan jika ingin mendapatkan harga pabrikan dan menjadi distributor. GARANSI PRODUK 100% MURNI ALAMI

English Site

Herbal Life Indonesia is a corporate supply Indonesia herbs with 100% pure of unicameral material both crated in bottle, simplisia and herbs bean. All of them in 100% unicameral herbs, in warrantee and secured.

Available many herb kinds such as moringga, mangosteen (rind of mangosteen), soursop leaf, and others.

More >>

 

  Penyakit dan Solusi Herbalnya Klik..

Penyakit dan Solusi Herbalnya

Mempercepat kesembuhan luka

Solusi herbal 

Binahong   membantu kecepatan kesembuhan Habis bedah/operasi, Mempercepat penyembuhan luka karena benda tajam

Gingseng Korea untuk Membantu mempercepat kesembuhan
 

Hot Product

Kapsul Kulit Buah Manggis

 

 Kapsul  Daun Sirsak

Kapsul daun Kelor

Kapsul Bawang Lanang

Kapsul Sirih Merah

Beras Merah Cina

(Angkak)

Asam Urat Tinggi Atasi dengan  Kapsul Sidaguri

Ragam Produk HLI

Kapsul

Akar daruju

Pengobatan Radang hati (Hepatitis) Akut dan Kronis, Pembesaran hati dan limpa (hepato splemomegal),                                        Selengkapnya..

Alang-alang

Atasi darah tinggi, sakit kepala, hepatitis, penambah darah, neropati, peluruh kencing, kencing darah, kencing nanah, dan penyakit ginjal.

Selengkapnya  .

Bawang Lanang

Mengatasi hipertensi, stroke dan tuberkolusis

Selengkapnya .

Bidara upas

Perbaikan dan pengobatan Saluran cerna (mag, lambung dan sejenisnya).

Selengkapnya .

Binahong

Membantu kecepatan kesembuhan pasca operasi atau luka dalam.

Selengkapnya .

Daun Dewa

Menghilangkan bekuan darah di pembuluh darah.

Selengkapnya .

Daun salam

Menghilangkan bekuan darah di pembuluh darah.

Selengkapnya .

Daun ungu

Atasi ambeien / wasir .

Selengkapnya .

Delima

Mengatasi keputihan pada wanita, meredakan pendarahan, mencegah dan mengobati radang lambung, mengobati sakit perut, prolaps rektrum (keluarnya kokasa dari anus), mengatasi radang tenggorokan, mengatasi radang telinga.

Selengkapnya .

Gingseng Korea

Aprodisiak (perangsang daya seksual), Pembangkit tenaga, Menurunkan kadar gula penderita diabetes, Mencegah perkembangan kanker.

Selengkapnya 

Jahe Merah

Vitalitas tubuh dan Gairah Seks.

Selengkapnya .

Jati cina

Pelangsing dan membantu menurunkan berat badan, melancarkan BAB, menurunkan kolestrol, menghilangkan perut buncit karena timbunan lemah.

Selengkapnya .

Jinten HItam

Herbal anjuran yang ada diberbagai kitap suci.

Selengkapnya .

Kayu manis

Mengatasi kaitan dengan saluran kencing, dan empedu.

Selengkapnya .

Keji beling

Penghancur dan pelarut Batu Ginjal.

Selengkapnya  .

Keladi tikus

Tumbuhan sangat berguna untuk penderita sakit kanker.

Selengkapnya .

Kelor (daun kelor)

Daun kelor sangat efektif menyembuhkan dan membantu penyembuhan diabetes Millitus (DM), dimana hasil tersebut telah dilakukan penelitian dan pengujian medis.

Selengkapnya .

Kumis kucing

Mengatasi sekitar saluran kencing, dan empedu.

Selengkapnya .

Kunir Putih

Pengobatan / Pencegahan kanker, gangguan pencernakan, antioksidan, anti radang.

Selengkapnya .

Kunyit hitam

Solusi untuk pengkapuran tulang, sekaligus untuk kesehatan jantung, katarak dan asam urat.

Selengkapnya .

Mahkota Dewa

Mencegah kanker, hipertensi, diabetes, dan asam urat.

Selengkapnya .

Majaan / Majakani

Kuatkan vagina (kuat menjepit)

Selengkapnya . .

Manggis (kulit buah manggis)

Antioksidan, juga membantu kesembuhan penyakit jantung, ginjal, stroke, dan belakangan untuk pengobatan HIV/AIDS. Masih ada lagi 34 macam manfaat untuk peningkatan kesehatan dari kulit buah manggis.

Selengkapnya .

Mengkudu 

Atasi hipertensi (darah Tinggi, radang empedu) dll.

Selengkapnya .

Merica Hitam  

Atasi rematik, redakan rasa sakit dipersendian, penambah stamina.

Selanjtunya .

Mimba 

Dikenal sebagai penurun gul darah, sekaligus pencegh malaria, jerawat dan kanker .

Selengkapnya ,

Pala 

Atasi Insomnia, dan parkison .

Selengkapnya .

Pare / Paria

Pencegah sel kanker pangkreas, penurun kadar gula, pembersih darah, pelancar pencernakan dan pencegah ashma.

Selengkapnya .

Pasak bumi

Peningkatan stamina pria (obat kuat, memproduksi testosteron, mencegah impotensi, pengencangan otot dan kulit, sistem kekebalan tubuh.

Selengkapnya .

Pegagan  

Cegah / obati Vertigo, nutrisi otak dan penguat sel otak .

 

Selengkapnya .

Petai  

Pete bisa menghancurkan sel-sel ganas di 12 kanker, termasuk kolon, payudara, prostat, paru-paru dan pankreas.

Selengkapnya .

Petai cina

Herbal seks, jika dikombinassi dengan merica hitam . Manfaat lain untuk mencegah cacingan.

Selengkapnya ..

Pronojiwo  

Sebagai aprodiak, yaitu untuk penambah staminia. Sangat cocok dikonsumsi untuk pria yang ingin meningkatkan stamina seksualnya.

Selengkapnya .

Purwaceng   .

Purwaceng sangat terkenal dengan sebutan Viagranya Indonesia. Sebagai obat kuat laki-laki.

Selengkapnya .

Rumput mutiara

Anti radang seperti radang amandel, radang tenggorokan, dan radang panggul.

Selengkapnya ..

Sambiloto 

Penyembuhan diabetes, penurunkan kadar gula darah, kekebalan tubuh, radang amandel, infeksi salauran empedu dll.

Selengkapnya . .

Sarang Semut

Antioksidan  dalam menangkal radikl bebas, Antikanker, mengatasi rematik, asam urat, dn membntu kesehatan jantung dan bocor jantung.

Selengkapnya  .

Sendok (daun sendok)

Membantu penyembuhan penyakit kuning, saluran kemih, disentri, gangguan mata, obat kuat,

Selengkapnya ..

Sidaguri  

Mengatasi asam urat tinggi.

Selengkapnya ..

Sirih Hitam  

Cuci darah, & Perbaikan aliran darah ke jantung.

Selengkapnya  .

Sirih merah

Perbaikan dan penyembuhan ginjal, radang prostat, mencegah liver, hepatitis, diabetes M, nyeri sendi, anti oksidan.

Selengkapnya .

Sirsak (daun sirsak)

Atasi Tumor dan Kanker termasuk kanker payudara, servik, kista dll.

Selengkapnya .

Srigunggu 

Atasi sinusitis, jernihkan suara.

Selengkapnya ..

Sukun (daun sukun)

Penguat Ginjal dan jantung. Mencegah serangan jantung serangan iskemik akut (kurangnya aliran darah ke jantung yang dapat menyebabkan gagal jantung).

Selengkapnya .

Tapak liman

Atasi jenis- jenis peradangan.

Selengkapnya .

Tempuyung 

Peluruh Batu Ginjal dan Kencing Batu, Juga Obat Asam Urat.

Selengkapnya .

Temulawak 

Bermanfaat untuk Peluruh batu empedu Peluruh batu ginjal, Penyembuhan penyakit kuning, Penurun Kolestrol, Pelancar Pencernakan, Penurun Panas.

Selengkapnya ..

Temumangga 

Untuk pengobati nyeri  haid, keputihan, jerawat, dan mengecilkaan rahim setelah melahirkan,

Selengkapnya ...

Tribulus  

Meningkatkan gairah seks (libido) pria, mengatasi ejakulasi dini, produksi testosteron secara alami, menguatkan otot dan stamina pria.

Selengkapnya ..

Yakon  

Meningkatkan insulin dan menurunkan kadar gula dalam darah.

Selengkapnya ..

 

Herbal Life Indonesia merupakan corporate yang mengkhususkan diri untuk menyediakan  herbal murah, standard departemen kesehatan, baik berdasarkan temuan penelitian, maupun kenyataan / pengalaman langsung yang telah dialami oleh pasien yang sembuh dan tertolong dengan herbal.

Herbal Life Indonesia juga menjunjung tinggi kepercayaan yang diberikan oleh pelanggan baik itu distributor / agent ataupun konsumen langsung, terutama untuk menjalankan amanah : memberikan produk herbal yang berkualitas, asli / murni, dan juga kecepatan pengiriman kepada pelanggan kami.

Oleh karenanya kami memberikan Jaminan bahwa produk yang dibeli dari Herbal Life merupakan produk asli sesuai dengan spesifikasi yang dicantumkan pada setiap keterangan dalam web ini maupun informasi lainnya yang resmi dikeluarkan oleh Herbal Life Indonesia

 

 

Back

Mempercepat kesembuhan luka
 

Luka bedah mengalami stres selama masa penyembuhan. Stres akibat nutrisi yang tidak adekuat, gangguan sirkulasi, dan perubahan metabolisme akan meningkatkan risiko lambatnya stres fisik. Regangan jahitan akibat batuk, muntah, distensi, dan gerakan bagian tubuh dapat mengganggu lapisan luka. Perawat harus melindungi luka dan mempercepat penyembuhan. Waktu kritis penyembuhan luka adalah 24 sampai 72 jam setelah pembedahan. Jika luka mengalami infeksi, biasanya infeksi terjadi 3 sampai 6 hari setelah pembedahan. Luka bedah yang bersih biasanya tidak kuat menghadapi stres normal selama 15 sampai 20 hari setelah pembedahan. Perawat menggunakan teknik aseptik saat mengganti balutan dan merawat luka. Drain bedah harus tetap paten sehingga akumulasi sekret dapat keluar dari dasar luka. Observasi luka secara terus-menerus dapat mengidentifikasi adanya tanda dan gejala awal terjadinya infeksi. Klien lansia terutama berisiko mengalami infeksi luka pascaoperatif, sehingga perawat preoperatif menurunkan risiko ini dengan cara memberi lingkungan yang aman dan asuhan keperawatan yang komprehensif (Potter, 2006).

1. Pembersihan Luka
(AHCPR, 1994) Proses pembersihan luka terdiri dari memilih cairan yang tepat untuk membersihkan luka dan menggunakan cara-cara mekanik yang tepat untuk memasukkan cairan tersebut tanpa menimbulkan cedera pada jaringan luka. Pertama-tama mencuci luka dengan air yang mengalir, membersihkan dengan sabun yang lembut dan air, serta dapat memberikan antiseptik yang dibeli di luar apotik (Potter, 2006).

2. Balutan
Menggunakan balutan yang tepat perlu disertai pemahaman tentang penyembuhan luka. Apabila balutan tidak sesuai dengan karakteristik luka, maka balutan tersebut dapat mengganggu penyembuhan Luka (Erwin-Toth dan Hocevar, 1995; Krasner, 1995; Motta, 1995). Balutan juga harus dapat menyerap dirainase untuk mencegah terkumpulnya eksudat yang dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri dan maserasi di sekeliling kulit akibat eksudat luka (Potter, 2006).

a. Tujuan pembalutan

  • Melindungi luka dari kontaminasi mikroorganisme.

  • Membantu hemostasis.

  • Mempercepat penyembuhan dengan cara menyerap drainase dan untuk melakukan debredemen luka.Menyangga atau mengencangkan tepi luka.

  • Melindungi klien agar tidak melihat keadaan luka (bila luka terlihat tidak menyenangkan).

  • Meningkatkan isolasi suhu pada permukaan luka.

  • Mempertahankan kelembaban yang tinggi diantara luka dengan balutan. (Potter, 2006).

b. Jenis-jenis balutan
Balutan terdiri dari berbagai jenis bahan dan cara pemakaiannya (basah dan kering). Balutan harus dapat digunakan dengan mudah, nyaman, dan terbuat dari bahan yang mempercepat penyembuhan luka. Pedoman klinik dari ACHPR (1994) dapat membantu memilih jenis balutan yang sesuai dengan tujuan perawatan luka (Potter, 2006).

Rekomendasi Balutan dari AHCPR 1994 :


Gunakan balutan yang dapat menjaga dasar luka tepat lembab. Balutan basa-kering hanya boleh digunakan untuk debridemen dana jangan menggunakan balutan yang dilembabkan oleh salin secara terus-menerus.
Gunakan penilaian klinik untuk memilih jenis balutan luka lembab yang sesuai untuk ulkus. Penelitian terhadap beberapa jenis balutan luka lembab menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan hasil akibat penyembuhan dekubitus.
Pilih balutan yang menjaga permukaan kulit yang utuh (periulkus) di sekitarnya tetap kering sambil menjaga dasar luka tetap lembab.
Pilih balutan yang dapat mengontrol eksudat tetapi tidak menyebabkan desikasi dasar luka.
Saat memilih jenis balutan, pertimbangkan waktu yang dimiliki oleh pemberian perawatan.
Hilangkan daerah luka yang mati dengan cara mengisi seluruh rongga dengan bahan balutan. Hindarkan pembalutan yang berlebihan.
Monitor balutan yang terdapat di dekat anus, karena keutuhan balutan sulit dijaga.(Potter, 2006)

3. Kondisi Stabil
Jika kondisi klien stabil (misalnya setelah operasi atau tindakan) perawat mengkaji luka untuk menentukan kemajuan penyembuhan luka yang dialami oleh klien. Jika luka tertutup balutan dan dokter belum meminta untuk menggantinya, perawat tidak boleh menginspeksi luka secara langsung kecuali jika perawat mencurigai adanya komplikasi serius pada luka. Pada situasi seperti itu perawat hanya menginspeksi balutan dan semua drain eksternal. Jika dokter memutuskan untuk mengganti balutan, dokter akan mengkaji luka minimal 1 kali sehari. Saat sedang mengganti balutan, perawat menghindarkan terbuang atau terangkatnya dari yang ada di bawahnya. Karena penggantian balutan dapat menimbulkan nyeri, pemberian analgesik 30 menit sebelum melakukan tindakan dapat membantu mengurangi nyeri klien.


Penampakan luka :


Perawat mencatat apakah tepi luka telah menutup. Insisi bedah harus memiliki tepi insisi yang bersih dan saling berdekatan. Sepanjang pinggir luak seringkali terbentuk kerak yang berada dari eksudat. Luka tusuk biasanya berupa luka kecil yang nelingakr dengan tepi luka menyatu ke arah tengah. Jika terbuka, tetapi luka terpisah dan perawat harus menginspeksi kondisi jaringan adiposa dan jaringan penyambung yang berada di bawah luka. Perawat juga melihat adanya komplikasi seperti dehisens dan eviserasi. Tepi luka bagian luar secara normal terlihat mengalami inflamasi pada hari ke-2 sampai hari ke-3, tetapi lama kelamanan inflamasi ini akan menghilang. Dalam waktu 7-10 hari, luka dengan penyembuhan normal akan terisi sel epitel dan bagian pinggirnya akan menutup. Apabila terjadi infeksi, tepi luka akan terlihat bengkak dan meradang.


Perubahan warna kulit terjadi akibat memarnya jaringan intestisial atau terbentuknya hematom. Pada awalnya darah yang berkumpul di antara lapisan kulit akan terlihat berwarna kebiruan atau keunguan. Perlahan-lahan, bersamaan dengan hancurnya bekuan darah pada kulit, akan mencul warna coklat atau kuning. (Potter, 2006)

4. Sterilisasi
Kecepatan penyembuhan luka tergantung dari steril permukaan kulit selama proses pembersihan luka sebelum pembalutan dan kecepatan membunuh mikroorganisme pada pemberian teknik antiseptik. Saifuddin (2005) selama sekurang-kurangnya 20 menit untuk instrumen tidak terbungkus, 30 menit untuk instrumen terbungkus.
Dengan demikian berdasarkan uraian di atas betadine-alkohol yang paling efektif, karena kecepatan membunuh bakteri membutuhkan waktu 10-20 menit untuk betadine, 10-15 menit untuk alkohol. Sedangkan betadine-savlon memerlukan waktu membunuh kuman 10-20 menit untuk betadine, 20-30 menit untuk savlon. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa betadine-alkohol memerlukan waktu rentang membunuh bakteri 10-20 menit, sedangkan betadine-savlon 10-30 menit sebelum pembalutan. Luka dalam kondisi pembalutan sudah dinyatakan steril, karena sesuai dengan tujuan pembalutan yaitu salah satunya melindungi luka dari kontaminasi mikroorganisme.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENYEMBUHAN LUKA

1. Usia
Anak dan dewasa penyembuhannya lebih cepat daripada orang tua. Orang tua lebih sering terkena penyakit kronis, penurunan fungsi hati dapat mengganggu sintesis dari faktor pembekuan darah (Yusuf , 2009).

2. Nutrisi
Penyembuhan luka secara normal memerlukan nutrisi yang tepat. Proses fisiologi penyembuhan luka bergantung pada tersedianya protein, vitamin (terutama vitamin A dan C) dan mineral renik zink dan tembaga. Kolagen adalah protein yang terbentuk dari asam amino yang diperoleh fibroblas dari protein yang dimakan. Vitamin C dibutuhkan untuk mensintasi kolagen. Vitamin A dapat mengurangi efek negatif steroid pada penyembuhan luka. Elemen renik zink diperlukan untuk pembentukan epitel, sintesis kolagen (zink) dan menyatukan serat-serat kolagen (tembaga) (Potter, 2006).
Terapi nutrisi sangat penting untuk klien yang lemah akibat penyakit. Klien yang telah menjalani operasi dan diberikan nutrisi yang baik masih tepat membutuhkan sedikitnya 1500 Kkal/hari. Pemberian makan alternatif seperti melalui enteral dan parenteral dilakukan pada klien yang tersedia mampu mempertahankan asupan makanan secara normal (Potter, 2006).

3. Infeksi
Infeksi luka menghambat penyembuhan. Bakteri sumber penyebab infeksi (Yusuf , 2009).

4. Sirkulasi (hipovolemia) dan oksigenasi
Sejumlah kondisi fisik dapat mempengaruhi penyembuhan luka. Adanya sejumlah besar lemak subkutan dan jaringan lemak (yang memiliki sedikit pembuluh darah). Pada orang-orang yang gemuk penyembuhan luka lambat karena jaringan lemak lebih sulit menyatu, lebih mudah infeksi, dan lama untuk sembuh. Aliran darah dapat terganggu pada orang dewasa dan pada orang yang menderita gangguan pembuluh darah perifer, hipertensi atau diabetes millitus. Oksigenasi jaringan menurun pada orang yang menderita anemia atau gangguan pernapasan kronik pada perokok. Kurangnya volume darah akan mengakibatkan vasokonstriksi dan menurunnya ketersediaan oksigen dan nutrisi untuk penyembuhan luka (Yusuf , 2009).

5. Hematoma
Hematoma merupakan bekuan darah. Seringkali darah pada luka secara bertahap diabsorbsi oleh tubuh masuk kedalam sirkulasi. Tetapi jika terdapat bekuan yang besar, hal tersebut memerlukan waktu untuk dapat diabsorbsi tubuh, sehingga menghambat proses penyembuhan luka (Yusuf , 2009).

6. Iskemia
Iskemia merupakan suatu keadaan dimana terdapat penurunan suplai darah pada bagian tubuh akibat dari obstruksi dari aliran darah. Hal ini dapat terjadi akibat dari balutan pada luka terlalu ketat. Dapat juga terjadi akibat faktor internal yaitu adanya obstruksi pada pembuluh darah itu sendiri (Yusuf, 2009).

7. Diabetes
Hambatan terhadap sekresi insulin akan mengakibatkan peningkatan gula darah, nutrisi tidak dapat masuk ke dalam sel. Akibat hal tersebut juga akan terjadi penurunan protein-kalori tubuh (Yusuf , 2009).

8. Keadaan luka
Keadaan khusus dari luka mempengaruhi kecepatan dan efektifitas penyembuhan luka. Beberapa luka dapat gagal untuk menyatu.

9. Obat
Obat anti inflamasi (seperti steroid dan aspirin), heparin dan anti neoplasmik mempengaruhi penyembuhan luka.
Penggunaan antibiotik yang lama dapat membuat seseorang rentan terhadap infeksi luka.
Steroid : akan menurunkan mekanisme peradangan normal tubuh terhadap cedera.
Antikoagulan : mengakibatkan perdarahan
Antibiotik : efektif diberikan segera sebelum pembedahan untuk bakteri penyebab kontaminasi yang spesifik. Jika diberikan setelah luka pembedahan tertutup, tidak akan efektif akibat koagulasi intravaskular. (Yusuf , 2009).

KOMPLIKASI

a. Komplikasi dini

1. Infeksi
Invasi bakteri pada luka dapat terjadi pada saat trauma, selama pembedahan atau setelah pembedahan. Gejala dari infeksi sering muncul dalam 2 7 hari setelah pembedahan. Gejalanya berupa infeksi termasuk adanya purulent, peningkatan drainase, nyeri, kemerahan dan bengkak di sekeliling luka, peningkatan suhu, dan peningkatan jumlah sel darah putih.

2. Perdarahan
Perdarahan dapat menunjukkan suatu pelepasan jahitan, sulit membeku pada garis jahitan, infeksi, atau erosi dari pembuluh darah oleh benda asing (seperti drain). Hipovolemia mungkin tidak cepat ada tanda. Sehingga balutan (dan luka di bawah balutan) jika mungkin harus sering dilihat selama 48 jam pertama setelah pembedahan dan tiap 8 jam setelah itu. Jika perdarahan berlebihan terjadi, penambahan tekanan balutan luka steril mungkin diperlukan. Pemberian cairan dan intervensi pembedahan mungkin diperlukan.

3. Dehiscence dan Eviscerasi
Dehiscence dan eviscerasi adalah komplikasi operasi yang paling serius. Dehiscence adalah terbukanya lapisan luka partial atau total. Eviscerasi adalah keluarnya pembuluh melalui daerah irisan. Sejumlah faktor meliputi, kegemukan, kurang nutrisi, ,multiple trauma, gagal untuk menyatu, batuk yang berlebihan, muntah, dan dehidrasi, mempertinggi resiko klien mengalami dehiscence luka. Dehiscence luka dapat terjadi 4 5 hari setelah operasi sebelum kolagen meluas di daerah luka. Ketika dehiscence dan eviscerasi terjadi luka harus segera ditutup dengan balutan steril yang lebar, kompres dengan normal saline. Klien disiapkan untuk segera dilakukan perbaikan pada daerah luka.

b. Komplikasi Lanjut
Keloid dan jaringan parut hipertrofik timbul karena reaksi serat kolagen yang berlebihan dalam proses penyembuhan luka. Serat kolagen disini teranyam teratur. Keloid yang tumbuh berlebihan melampaui batas luka, sebelumnya menimbulkan gatal dan cenderung kambuh bila dilakukan intervensi bedah.


Parut hipertrofik hanya berupa parut luka yang menonjol, nodular, dan kemerahan, yang menimbulkan rasa gatal dan kadang kadang nyeri. Parut hipertrofik akan menyusut pada fase akhir penyembuhan luka setelah sekitar satu tahun, sedangkan keloid tidak.


Keloid dapat ditemukan di seluruh permukaan tubuh. Tempat predileksi merupakan kulit, toraks terutama di muka sternum, pinggang, daerah rahang bawah, leher, wajah, telinga, dan dahi. Keloid agak jarang dilihat di bagian sentral wajah pada mata, cuping hidung, atau mulut.


Pengobatan keloid pada umumnya tidak memuaskan. Biasanya dilakukan penyuntikan kortikosteroid intrakeloid, beban tekan, radiasi ringan dan salep madekasol (2 kali sehari selama 3-6 bulan). Untuk mencegah terjadinya keloid, sebaiknya pembedahan dilakukan secara halus, diberikan beban tekan dan dihindari kemungkinan timbulnya komplikasi pada proses penyembuhan luka. (Yusuf, 2009)

 

Mempercepat kesembuhan luka

Solusi herbal 

Binahong   membantu kecepatan kesembuhan Habis bedah/operasi, Mempercepat penyembuhan luka karena benda tajam

Gingseng Korea untuk Membantu mempercepat kesembuhan

Ragam Produk HLI

Teh Celup

Teh  Celup Jati Cina

Pelangsing dan membantu menurunkan berat badan, melancarkan BAB, menurunkan kolestrol, menghilangkan perut buncit karena timbunan lemah.

Selengkapnya .

Teh Celup Daun Kelor

Daun kelor sangat efektif menyembuhkan dan membantu penyembuhan diabetes Millitus (DM), dimana hasil tersebut telah dilakukan penelitian dan pengujian medis.

Selengkapnya  .

Teh Celup Kulit Buah Manggis

Antioksidan, juga membantu kesembuhan penyakit jantung, ginjal, stroke, dan belakangan untuk pengobatan HIV/AIDS. Masih ada lagi 34 macam manfaat untuk peningkatan kesehatan dari kulit buah manggis.

Selengkapnya .

Teh Celup Pegagan

Cegah / obati Vertigo, nutrisi otak dan penguat sel otak.

Selengkapnya .

Teh Celup daun sirsak

Atasi Tumor dan Kanker termasuk kanker payudara, servik, kista dll.

Selengkapnya .

Teh Celup Daun Sukun

Penguat Ginjal dan jantung. Mencegah serangan jantung serangan iskemik akut (kurangnya aliran darah ke jantung yang dapat menyebabkan gagal jantung).

Selengkapnya .

Teh Celup Temulawak

Peluruh Batu Ginjal dan Kencing Batu, Juga Obat Asam Urat.

Selengkapnya .

Teh Celup Yakon - Daun Insulin

Meningkatkan insulin dan menurunkan kadar gula dalam tubuh.

Selengkapnya .

 

Produk Lainnya

Bedan Lulur Alami

Memperhalus tubuh sehingga nampak ayu alami.

Selengkapnya  .

Beras Angkak (Beras Merah Cina)

Meningkatkan trombosit penderita demam berdarah, pencegah demam berdarah, dan penurun kolestrol.

Selengkapnya .

Pengobatan Ambien Tanpa Operasi

Pengobatan ambeien dengan cara herbal tanpa operasi.

Selengkapnya...

Pengobatan Mata Holistik

Mengobati mata dengan pembersihan mata secara alamiah, serta mengembalikan mata normal secara alami.

Selengkapnya....

 

Ngobrol Dengan Kami

Status YM

iswanto_hli

Peluang Maklon

Anda bisa menjadi wirausawan/ti di bidang herbal. Kami membuka kesempatan untuk anda memiliki merk / brand sendiri dengan produk-produk kami yang berkualitas.

Selengkapnya  .

Drop Shipping

Anda ingin mengirimkan produk HLI untuk pelanggan anda, orang tua, atau kerabat lainnya.

Selengkapnya  .

 

Jenis Penyakit Anda dan Solusi Herbal

A Alergi .   Keropos Tulang (Osteoporosis)
  Alzeimer   Kista
  Amandel   Kolestrol 
   Ambeien  L Lambung 
   Antioksidan   Lemah
  Asam Urat  

Syahwat

 

Asma

 

Lepra 

B

Batuk

 

Limfe

  Bronchitis M Maag
C

Cacingan

  Mempercepat kesembuhan
 

Campak

  Mimisan 
D

Darah dan jenis penyakitnya

  Murobial 
N Napsu Makan
  Diabetes   Nutrisi Otak
  Diare  0 Obat Kuat
  Disentri  

Organ Wanita

E

Empedu

P Payudara
 

Batu kandung empedu

 

Kanker payudara

Pegal Linu

 

Radang empedu

  Pelangsing Tubuh
 

Encok 

  Pencahar
G Ginjal   Perut Buncit
  Gondong (Parotitis)   Pinggang
R Radang
 

Gusi Berdarah

 

Rahim

Kanker Rahim

H Haid   Radang rahim
 

Nyeri Haid (Endometriosis)

Haid Tidak teratur

 

Rektum\Reumatik   

 

Hepatitis

Serosis hati

S Saluran Cerna
  Hipertensi   Maag, Kanker usus besar, kanker usus halus)

I

Infeksi    Sariawan
  Infeksi Kandung Kemih   Sekresi air seni
  Infeksi Saluran kemih   Sembelit
  Infeksi Saluran Cerna   Sirosis hati
J Jantung   Sistem kekebalan tubuh
Jerawat   (Stroke
K Kanker T Telinga
  Kanker Kolon - Klorektal   Tenggorokan 
 

Kanker Kulit
Kanker leher rahim

  Tuberkolusis 
  Kanker Paru-paru   Typus . 
  Kanker payudara
Kanker prostat
U Usus .
  Kemih - Infeksi kandung kemih V Varises 
  Kencing Batu   Vertigo 
  Keputihan    


 

LINK

copyrights2011 Herbal Life Indonesia

www.hlindo.com / www.hli.web.id